Showing posts with label Reflection. Show all posts
Showing posts with label Reflection. Show all posts

Saturday, 19 May 2012

Cetusan hati: sayangnya Allah pada wanita


Kasih Sayang Allah pada hamba-hambaNya amatlah luas



Pejam celik pejam celik, sudah 3 bulan blog ini tidak dapat di’update’.  

Bukan tidak ada yang ingin dikongsikan di sini, tetapi selalunya hajat untuk berkongsi terpaksa dipendamkan dan dipadamkan sahaja, demi mengelakkan hati kecewa.

Sungguh dunia kerjaya sebagai seorang ibu dan surirumah sepenuh masa yang kini saya berkecimpung di dalamnya amat menuntut ‘mujahadah’ yang tinggi setiap masa dan ketika. Celik mata fikir nak masakkan apa untuk zauji habeebi, nak kemas rumah, nak uruskan hal baju-bajuan, dan yang paling penting nak melayan, menyusu dan mendidik si kecil ‘Aliyah  Mukhlisah kami. Terkadang jasad berasa amat letih, tetapi hati berbahagia saat melihat kekasih-kekasih di sisi, zauji dan ‘ameerati tersenyum ceria bahagia. Alhamdulillah.

Semua itu membuatkan diri semakin menyelami hikmah sabda baginda terkait amal-amal afdhal seorang wanita, seperti sabda yang mafhumnya;
‘Sebaik-baik tempat solat untuk seorang wanita ialah di rumahnya.’

Dahulu, semasa saya seorang ‘bujang senang’, tanpa suami dan tanpa anak saya amat gemar ke masjid atau surau untuk solat di sana atau mengikut program2 islami. Kemudian, setelah berkahwin dan belum dikurniakan anak, saya masih tetap suka mengikuti suami ke masjid atau ke mana sahaja program islami yang dia hadiri. Semua itu membuat saya berasa semakin dekat dengan Rabb saya. Suasana rumah ALLAH yang menenangkan sering menjadi motivasi untuk saya luangkan masa untuk ke sana.

Namun, kini kehidupan saya telah berubah. Semenjak hadirnya ‘Aliyah Mukhlisah dalam hidup saya, pergerakan saya menjadi semakin terbatas. Saya tidak dapat lagi keluar ke mana-mana semudah dahulu. Perlu saya fikirkan banyak hal terutama sama ada tempat tersebut sesuai menerima kehadiran ‘Aliyah Mukhlisah atau tidak. Saat itu, barulah saya teringat-ingat hadith baginda di atas. Rupa-rupanya hadith itu tanda betapa Allah dan Rasul mengasihi dan mengasihani seorang wanita.

Pada saya, seolah-olah, melalui sabda Rasul, Allah Yang Maha Baik seperti berkata begini kepada kaum wanita, terutama ibu seperti saya, ‘usah gusar hai ibu, tempat yang paling baik untuk kamu ialah di rumah. Walaupun kamu tidak mampu keluar untuk menyertai mereka di masjid sana, kamu tetap beroleh pahala yang besar walaupun kamu hanya tinggal di rumah ini.’  

Mengalir air mata saya saat teringatkan hadith tersebut. Maha Suci Allah yang Maha Baik kepada setiap hamba-hamba-Nya. Betapa sebenarnya Allah memberi ruang pada seorang wanita yang kebanyakannya memikul ‘tugas’ yang berat di rumah masing-masing untuk terus membuat sesuatu yang ‘AFDHAL’ di sisi Allah, walaupun mereka tidak mampu untuk keluar dari rumah mereka.

Demikianlah sedikit perkongsian saya saat ini. Semoga saya dan kamu beroleh manfaat daripadanya. Mohon doakan saya agar terus menjadi hamba Allah yang Ikhlas, sabar dan syukur dalam melalui fasa hidup sebagai seorang isteri dan ibu. Benarlah kata orang, semakin kita melangkah jauh dalam hidup ini, semakin kita terasa diri ini kerdil. Maha Suci Allah yang Maha Hebat. Pengetahuan Allah, Kasih Sayang Allah dan Rahmah Allah sungguh melampaui pengetahuan, kasih sayang dah rahmah sesiapapun di dunia fana ini.

Wallahua’lam.




Sincere Servant,
Kota Bharu, Kelantan

Wednesday, 20 April 2011

Sajak tertangguh: Hati dan susu


Semakin hari, semakin kuyakini

Benarlah, perjalanan hidup ini

Adalah perjalanan membawa hati

Untuk bertemu Yang Maha Kekal Abadi

Hati yang sejahtera, hati yang penuh redha

Janji-Nya, itulah hati yang akan diterima.


Lantas,

ku sematkan cita dan keazaman

agar dengan penuh cermat hatiku dibawa

menyusuri perjalanan kehidupan

yang ku sedar penuh pancaroba


Kata sang murabbi,

Sungguh perjalanan itu takkan pernah mudah disusuri

Ibarat aku diberi tugas membawa segelas susu

yang penuhnya terlalu

sambil perlu aku rentas sebuah sungai yang deras

dengan meniti sebatang titi yang kecil dan rapuh

Maka, apa mungkin ku lakukan?

untuk tidak biar susu itu tumpah

kerana gelas susu itu harus kupersembah

kepada yang Maha Sempurna

tanpa ada sebarang kurang dan cela


Sungguh, perlu aku sangat cermat,

Sungguh, perlu aku tingkatkan munajat

Kerana hanya dengan Cinta dan Rahmat-Nya,

aku akan terselamat

Insya-allah.


Plymouth, England, United Kingdom

16 april 2010



Setahun sudah sajak ini tertangguh untuk dikongsikan di laman ini. Tapi, tanpa tahu sebabnya kenapa, beit-beit sajak ini hadir kembali menziarahi minda dan hati sejak bangun pagi tadi. Kerana itu saya terfikir, adakah mungkin sampai masanya sajak ini perlu dikongsikan. Setelah muhasabah dan istikharah, perasaan untuk berkongsi itu semakin kuat. Moga-moga ALLAh redha. Dan, moga-moga ada manfaatnya untuk dunia akhirat saya dan kalian... Ameen, insya-allah.

Oh ya, sedikit perkongsian juga, beit-beit di atas diilhamkan ALLAH ketika dalam train perjalanan ke satu program Islam di bumi UK. Masih saya ingat, ketika itu, saya sedang bermuhasabah, merenung kembali perjalanan hidup ini, yang disusun indah oleh ALLAH swt. Dengan izin ALLAH, saya teringat nasihat salah seorang murabbi saya, Pn. Maimunah binti Hashim sebelum saya berangkat meninggalkan sekolah, untuk masuk ke alam IPT.

Ya, Itulah nasihat beliau, nasihat terkait HATI dan SUSU, yang beliau lafazkan penuh makna, sambil memandang wajah saya, dan memegang tangan saya. Dan nasihat itu menusuk ke dalam hati saya, dan Alhamdulillah, menjadi ibrah kepada saya sampai saat ini, setelah hampir 5 tahun masa berlalu. Subhanallah, itulah kesan sebuah nasihat yang ikhlas... Subhanallah, sangat rindu beliau! Semoga ALLAH rahmati dan redhai beliau dan keluarga beliau.

Apapun, semoga perkongsian pendek ini, memberi ibrah (pengajaran) dan manfaat kepada dunia dan akhirat saya dan kalian...

Wallahua'lam.

Wassalam wbt


Salam sayang kerana ALLAH,

Sincere Servant

Kuala Lumpur, Malaysia.

20 April 2011



Monday, 18 January 2010

the Heathly Marriage by Nouman Ali Khan: my personal review

Salam wbt @ Peace to everyone..

Ahaa, it seems more than a week that I wrote nothing in this blog.. right? Does it matter to you, sis and bros? J (hihi.. a cruel question actually) Anyway, what always bear in my mind.. that does matter to some of my beautiful and sweet friends... and.. I really love them for keep helping me to maintain my writing momentum, mood and sincerity with all your inspirational words.. Insya-allah.. May ALLAH bless you always, sweethearts...

Anyway.. here.. again.. I would like to share a video... a talk actually... To be frank... it’s not because I have no idea to write here.. (like some people did put a video just for the sake of updating their blogs) Indeed, insya-allah... I have made long ago that.. one of my blogging principles is not to copy paste others’ works without any further comments or reflections or acknowledgement to the sources, so, insya-allah.. with HIS willingness.... I will always keep myself to that principle.

So, here you are.. a video of a talk by one of my favourite speaker Nouman Ali Khan, a muslim from USA.. I suggest, you enjoy listening to his first.. before further reading my post.. can you? nothing actually... just because I have lots of things to share based on his words in this video...

Here are the sharing of my personal review and reflection on this video...

  • How you should deal with the typical non-muslims’ questions

Well.. why I personally put as typical? Cause, it’s really really typical.. no matter where you are.. in Malaysia.. Or in Britain.. Or even in the USA... I believe in majority cases...the same questions are being posed to us, the Muslims... and, I agree as bro Nouman said, ‘why we should look as a criminal being asked to proof you’re innocent..? as we are Innocent.. we are Muslims!’, ‘why we should panic?’, ‘why we should bother to give them all the answers... as they just keep asking us one to another questions...?’ And, I love to say that I totally agree.. instead of we made ourselves answering the questions.. why not we pose them back??

So, here, I would like to share with you the experiences of some of us.. living in Plymouth, dealing those questions.. mostly from the school students and teachers..in primary or secondary schools.. or some from the cleaning colleagues.. Whenever people asked us, ‘why are you wearing the scarf?’ or ‘why do you need to cover yourself?’.. Instead we keep trying to answer it.. we did try to pose them back questions.. without answering theirs immediately.. like for example.. ‘Have you ever seen what the Virgin Mary wore during her life?’ ‘and, why do you think she did so?’ Ahaa.. guess what their response will be? Well, most of the cases... We’ve seen, how stumble they are... struggling to answer the questions... and often, they just say.. ‘oh, it’s okay..’ and ran away.. So, sometimes.. for me, I really think.. it’s not necessarily we try to answer their typical questions... Instead.. help them to think... what they should’ve been thinking... (by questioning them) isn’t it? *winks* wallahua’lam..

  • Hopes that being placed to other than ALLAH swt WILL absolutely, necessarily make you disappointed.

This word is really really applicable reminder to us in anywhere and in anytime. This is actually, the catchiest word I found from whole lots of his talk actually.

Let me share you a story. There was a lady, a good muslim lady. She had no boyfriend, and just wanting to have a ‘halal’ boyfriend which was a good muslim husband. In her mind, ‘it’s okay for me not to have a boyfriend now, because to have a husband in future is much more better.’ In her mind, marriage is all about love and happiness. Never like coupling, full of frustrations and headaches.

Then, Alhamdulillah, she got married to a good Muslim guy. Yea, he’s a good one... but, you know.. no one perfect.. so, this man could not really spend so much time with his wife because of his other obligations.. especially to his work, community and etc.. Although he did spend his time.. but not so much time.. as what the wife expected. So, this Muslim lady became frustrated.. and all her frustrations, then, lead to arguments.. and worse to worst, the arguments leads to separations and also divorce.. (Nauzubillah)..

So.. what a sad story happens in Muslims community we had.. although it’s not totally real one.. but, similar story does happen often.. in anywhere and every where... every day.. and I face it often.. very often..

Well, so, what should we say here? The beginning of this lady’s life had sounded right... isn’t it? Yea.. She’d chosen not to experience the love before marriage.. and.. hoping that her husband is the one who would bring her happiness and love..

Oh, wait.. that’s not really right, wasn’t it? if we think back deeply... there was something wrong there...

Back to my head point where I quoted from bro Nuoman, ‘Hopes that being placed to other than ALLAH swt WILL absolutely, necessarily make you disappointed. ‘ So, here... this lady had accidently put her hope to other than ALLAH swt (Nauzubillah).. which is to her future husband.. she was hoping that through her husband, she’ll find the true love and happiness... so.. it’s not a surprise for her to be frustrated by her hope... cause.. that’s not uncommon.. to be frustrated when we put our hope to other that ALLAH to give us the two most beautiful elements in our life; ‘love’ and ‘happiness’. Instead, ONLY ALLAH who would never left us with disappointment...

So.. especially to myself, let us put our FULL HOPE and TRUST ONLY to ALLAH Swt.. in everything in anything we do, we expect or we longed for.. Insya-allah, although we might or might not get what we want.. but STILL.. ALLAH would NEVER frustrates us.. Insya-allah...

  • ‘Marriage is not similar like ‘dating’!’

I love when he said, ‘marriage is not similar like ‘dating’!’ though I have never been experiencing dating.. (Alhamdulillah, and nauzubillah..) but I’ve seen how vulnerable the dating is for most of the people here.. in Britain is.. It is really really common to find a family contains unmarried couples where they call themselves as ‘civil partners’ who have kids with different surnames as they’ve been mingled with different partners or x-spouses before they got settle down with this latest one... Oh, my.. what a complicated life they had...!

So, as a muslim... so as you... I think.. once we say or think of about marriage.. please.. we are saying about a life-long-lasting relationship.. we are not saying the same thing as they non-believers said... the need of the understanding of the reasons for marriage must be really really CLEAR..

Marriage is not the ultimate solution if there is no understanding and practice of TAQWA @ Fear God

  • Our Deen first and foremost is about our responsibilities to full fill our obligations to SERVE ALLAH swt, not ourselves!

Not so much words I can say here.. but absolutely, I love this word. It’s such an honour for the Muslimahs.. cause he seems trying to make everyone realize.. especially the men, not to use the verses of the LORD for themselves, meanwhile their other obligations were not even completed yet!

Subhanallah.. how FAIR and EQUAL ALLAH is! I Luv Allah, and I Luv Islam!

  • Follow the sunnah.. insya-allah, there will be the barakah within your marriage life..

Anyway, I’m not married yet. But, his word about a simple sunnah (smiling wife) really made me ponder.. how even such a simple or little thing that sometimes we overlooked on it.. when is has been mentioned by the Messenger of ALLAH, it shows how big the effect brought by it.. Subhanallah.. What more other lots of sunnahs of him...? Wouldn’t it be more barakah in our life if we get to make ourselves used to most of his Sunnahs? Masya-allah..

Let’s follow the sunnah of HIS messenger in order to gain HIS PLEASURE...!

wallahua'lam...

Okay.. I think, that's all.. insya-allah.. for this time...quite long this post, isn't it..?

Anyway.. hope both of us will get something from this sharing...

Wassalam.

With Luv n Care,

Servant of God

Plymouth, UK

Friday, 12 June 2009

Pulangnya anak muda akhirat ke kampungnya..


Pemimpin yang dihormati,
saudara yang dikasihi,
teman yang dekat di hati

Sungguh, walaupun saya segan untuk berbicara tentang kaum muslimin, namun hati saya terus menyesak untuk saya ukirkan sesuatu kepada seorang saudara seperjuangan yang amat dihormati, allahyarham akh Ammar bin Zulkifli. Maka saya gagahi juga untuk menulis entry ini.

Sebagai muslimah, saya hanya berpeluang untuk mengenali akh Ammar di balik tabir syara' yang membatasi pergaulan antara lelaki dan wanita. Namun, cukup dengan beberapa pengalaman dan pertemuan yang disusun Allah, sejak dari kecil hingga saat kami, gen-11 Matri melangkah masuk ke medan DnT di IPT masing-masing, membuatkan saya punya rasa hormat yang tinggi pada allahyarham.

Beliau tampak biasa dari segi penampilannya. Namun, kerana peribadi dan keteguhan tekadnya dalam usaha untuk menjadi Muslim yang SOLEH dan MUSLIH, saya bisa kira tidak ada hati mana yang tak tertawan olehnya.

Memori yang sangat segar berkenaan arwah, tentu saja saat beberapa dari kami, gen-11 MATRI berusaha untuk merancang program akhir tahun untuk semua teman-teman seangkatan gen-11. Tak mungkin saya lupa saat itu, lantaran banyak sekali urusan yang terpaksa saya dan teman-teman muslimah bicara dan berbincangan dengan beliau. Raut wajah beliau yang tenang mendamaikan kami yang sering saja gelisah dan bimbang dengan andaian-andaian atau kemungkinan-kemungkinan negatif yang kami fikirkan untuk melaksanakan program tersebut. Paling saya ingat, ketika menguruskan jamuan 'graduasi' gen-11, sebagai seorang yang 'particular' dalam pengurusan, saya amat risau dengan persiapan-persiapan jamuan tersebut. Alhamdulillah, ada akh Ammar yang menenangkan dan memahami. segera beliau uruskan hal-hal yang masih belum selesai.

Selain itu, tentu saja memori-memori sepanjang program-program Remaja seperti Pewaris dan Kelab Minda Kreatif. Semua itu amat-amat mengesan di hati. Sering saja Allahyarham dalam memberi pandangan, bicaranya lembut, penuh santun dan tersusun. Masih amat segar saat allahyarham menjadi pemimpin dalam salah satu program tersebut pada tengah tahun 2006, sebelum berangkatnya beliau ke bumi anbiya' mesir. Selaku ahli dibawah pimpinan beliau, saya amat segan dan seakan dipaksa oleh diri untuk menghormati setiap arahannya kerana saya tahu ada wibawa di balik kecil tubuhnya. Yang paling saya suka cara allahyarham dalam memimpin ialah beliau amat menghormati pandangan dari ahli-ahli bawahannya, sama ada muslim atau muslimah. Jadi, seingat saya, tidak pernah saya rasa keberatan untuk mengutarakan apa yang saya fikirkan kepada beliau. kerana saya tahu, akh ammar akan sabar mendengar setiap hujah atau pandangan saya, sama ada bagus atau tidak.

Saat mendengar berita kepastian tentang pemergiannya, memori-memori ini pintas saja berputar di benak fikiran hingga air mata tak bisa dihentikan sama sekali. Apalagi, baru saja 3 hari sebelum permergian beliau, saya digerakkan Allah untuk melawat blog-blog teman-teman seangkatan gen-11 Matri, dan dipertemukan dengan gambar beliau ketika zaman persekolahannya. Air mata mengalir tanpa henti. Kehilangan beliau, amat-amat dirasai sehingga reaksi saya seperti lebih sedih daripada kehilangan-kehilangan yang saya rasai sebelum ini. Terbit rasa rindu untuk melihat wajah dan mendengar bicara tazkirah dari mujahid muda yang tenang dalam senyumannya ini lagi.

Namun, saat menerima 'text' masej berbunyi,

'Ammar pergi dalam perjalanan kembali dari menguruskan urusan hal demi kebaikan sahabat seperjuangannya di mesir'

'Ammar pergi ketika beliau bergelar musafir ilmu'

'Ramai ikhwh (saudara) yg tgk mengatakan arwah seolah2 tersenyum dan ketika pulang sempat mengucp kalimah syahadah..subhanallah..moga ruh beliau dicucuri rahmat..'

Pantas, air mata saya mengalir bukan lagi kerana pahitnya kehilangan. Namun terbit rasa cemburu pula pada beliau; lantaran mengenangkan.. telah selesai perjuangan beliau di dunia.. dalam usaha menjadi Mujahid Islam, Musafir Ilmu yang diredhai Allah. Apalagi saat mengetahui, kalimah yang beliau benar-benar pegangi dalam hidupnya ialah;

Deras air mata mengalir mengenangkan betapa kini beliau benar-benar terpilih untuk melihat dunia dari jendela akhirat dalam usia yang amat muda sekali.. Insya-allah, saya yakini, perginya beliau dalam keadaan diredhai oleh Tuhannya, di kasihi kedua ibu bapanya, disenangi teman-teman seperjuangannya. Maka, insya-allah, kematian ini menjadi satu proses transaksi untuk beliau bertemu Kekasih hatinya yang menanti di alam yang abadi sana.. dan menikmati kerehatan yang sebenar di sana..

Masya-allah, beruntungnya saudaraku ini. Dirimu terpilih oleh Allah..!

Akhir kalam, besar harapan saya sebagai saudara seperjuangan, apalagi keluarga beliau untuk setiap kita di mana saja, mengambil iktibar dari pemergian Allahyarham Ammar ini.. Seperi petikan kalam Timbalan mudir Matri ketika hari pengkebumian Ummi Halimaton;

'Panjang atau pendeknya umur hidup seseorang itu bukanlah menjadi ukuran, yang penting ialah isinya.. isi hidup atau umur itu ialah Iman dan TAQWA kpada ALLAH swt yang membuahkan amalan-amalan yang soleh yang akan mengiringi jenazah seseorang di kubur dan kekal menemaninya ke alam barzakh dan di akhirat kelak..'

Bukanlah pemergiannya kita ingin nobatkan tiada penggati.. bahkan kita amat sekali berharap akan lebih ramai lagi jiwa-jiwa muda, yang bertenaga, sarat dengan kesedaran dan kefahaman akan lahir dan menggantikan beliau.. insya-allah..

Ya Allah, Ya Raheem, Engkau yang Maha Luas Rahmat kasih-Mu, terimalah saudaraku sebagai hamba-Mu yang soleh di sisi-Mu.. dan tempatkan dia di tempat yang terbaik di sisi-Mu. Ya al-Qawiy, kuatkan keluarga saudaraku ini, kuatkanlah kami saudara2 seperjuangannya dalam menerima pilihan dan ketetapan-Mu ini. Dengan kekuatan dan kebesaran-MU, kau gantikanlah pemergian Mujahid muda DeenMu ini dengan kelahiran lebih ramai mujahid-mujahid muda Islam..yang sentiasa ikhlas dan istiqomah dalam mengejar Redha-Mu. Ya Hayyu Ya Qayyum, Hanya Engkau yang sentiasa Hidup dan yang Berdiri Sendiri... ingin sekali, aku juga menyusuri langkah saudaraku ini. Pulang menghadapmu dalam keadaan yang Engkau redhai. Saat aku sedang dalam keadaan terbaik ingatanku pada-MU.. tiada daya dan upaya aku melainkan dengan kebesaran, kekuatan, dan keluasan rahmat kasih-Mu..


With lots of love and care,
SerVanT

Sunday, 17 May 2009

Kematian itu Pasti

"Setiap yang bernyawa, pasti akan mati"

Pertama kali saya merasa pahitnya kehilangan seseorang yg amat dekat ialah saat ayah saya kembali bertemu Allah, tanggal 3 Sept 2004. Kehilangan itu yg amat memberi kesan pada saya dan Alhamdulillah, menjadi satu detik yg mengubah pandangan saya terhadap kehidupan. Saya semakin sedar bahawa kehidupan ini sungguh sementara..dan sangat2 fana...

Kelmarin, tanggal 14 Mei 2009, sekali lagi dihadiahkan Allah peringatan yang sama. Allah telah mengambil seseorang yang dekat dihati saya.. Seseorang yang saya nobatkan sebagai 'Ummi' selepas ummi kandung saya.. seseorang yang memeluk saya penuh kasih saat saya kecil, dan memeluk penuh harapan saat saya telah besar panjang dan ingin berangkat ke luar negeri, bekat hasil didikan dan tunjuk ajarnya...

Saya hilang suara.. hilang kata...

kerana, semakin saya rasa.. Kematian itu dekat.. Kematian itu pasti...

Saya, kamu, kita akan kembali bertemu Tuhan.. bila-bila masa.. di mana-mana pun ada kemungkinannya..

kerana

KEMATIAN itu PASTI

Tatkala mendengar tazkirah dari Timbalan Mudir MATRI saat di tanah perkuburan.. saya tersentuh dengan kata-kata beliau yg berbunyi;

Panjang atau pendeknya umur hidup seseorang itu bukanlah menjadi ukuran, yang penting ialah isinya.. isi hidup atau umur itu ialah Iman dan TAQWA kpada ALLAH swt yang membuahkan amalan-amalan yang soleh yang akan mengiringi jenazah seseorang di kubur dan kekal menemaninya ke alam barzakh dan di akhirat kelak..

Benar... bukan Quantiti, tapi Qualiti... bukan Lama atau sekejapnya kita di dunia.. namun, apakah yang mENGHIASI hari-hari hidup kita di dunia...

Jika benar kita yakin akan Kematian.. Apakah PERSIAPAN kita?

Sya menyeru diri saya, teman-teman, shbt-shbt untuk sama-sama meluangkan masa untuk memikirkan perihal ini... kerana.. adakah urusan lain yang lebih besar, daripada urusan menghadap ALLAH di hari Pertemuan kelak...?

'Cukuplah KEmatian itu sebagai satu Peringatan'

***Pesanan Allahyarham Ummi Halimaton sehari sebelum keberangkatanku;

'Andai apa yang Ummi lalui, Maryam diizin Allah melaluinya...
Sabarlah..
kerana insya-allah, dibalik kesabaran mu
ada kemanisan yang menunggumu..'


insya-allah, takkan ku lupa pesan Ummi.. dan akan ku cuba hayatinya dalam hidupku... Semoga Allah merahmati ruhmu, Ummi.. dan semoga Allah menerimamu sebagai hamba-Nya yang Ikhlas dan SOLEH... Ameen.

wallahua'lam.

-SERVANT-

Friday, 6 March 2009

Sahabat

Kita pernah saling tak mengenali
Aku-aku, Kau-kau..
Di bumi asing, tersendiri..
Namun,
Limpahan Rahmat-Nya yang mencurah
Kau bertemu aku tanpa lelahnya pencarian
Aku berkenalan denganmu tanpa adanya paksaan
Seuntai persahabatan,
Sebuah persaudaraan,
telah tercatat
Akan tumbuh mekar dan mewangi
Bakal meninggalkan kesan dan kenangan
Yang tersendiri
di tanah itu..
Kini,
Biar berbeza masa dan jarak
Harap bakal kita terus bertemu
dalam Doa dan Rindu Yang Bersatu
Atas matlamat yang Jitu dan Satu
demi Menggapai Mardhatillah..
Saat ini,
Sekadar ingin kau tahu..
Sahabat,
sampai saat ini
Aku terus sayangkan dirimu
Hanya kerana Allah..
dan
Hanya kerana Allah sayangkan Insan bersaudara..
seperti kau dan aku..

Kerana itu, terimalah iringan lagu ini..
untuk tatapan kau dan aku..


Istimewa untuk mu

Buat sahabat yang sentiasa di hati.. biarpun video ini sering diputarkan..
aku titipkan khas buatmu..
semoga kita bertambah yakin akan
ADANYA ALLAH BERSAMA KITA..